Allah jang Palsoe



Allah jang Palsoe
Sep 26th 2013, 05:49, by Farras

Alur
←Revisi sebelumnya Revisi per 26 September 2013 05.49
Baris 31: Baris 31:
==Alur==
==Alur==
+
Kakak beradik Tan Kioe Lie dan Tan Kioe Gie bersiap-siap meninggalkan rumah mereka di [[Cicurug|Cicuruk]] dan bekerja di kota: Lie hendak pergi ke [[Bandung]] dan bekerja di sebuah perusahaan di sana, sedangkan Gie pergi ke Batavia (sekarang [[Jakarta]]) dan menjadi [[penata ketik]]. Ketika mereka mengepak barang, tunangan Kioe Lie, Gouw Hap Nio, bertamu. Ia meninggalkan makanan ringan untuk ayahnya, petani miskin Tan Lauw Pe, sebelum pulang. Ayahnya berjanji mengasuh Pe ketika kedua putranya sedang merantau. Lie dan Gie sudah bersiap-siap, berpisah dengan ayahnya, dan berangkat ke stasiun kereta api.
+
+
Tiga tahun kemudian, Lie mengunjungi Gie di rumahnya di Batavia. Gie menjadi wakil kepala editor surat kabar ''Kamadjoean'' dan dikenal sebagai dermawan di seluruh kota. Sementara itu, Lie menjadi manajer sebuah pabrik tapioka, tetapi berencana meninggalkan bosnya Lie Tjin Tjaij dan pindah ke pesaingnya, Tjio Tam Bing, yang menawarkan Lie dua kali lipat gajinya. Gie meminta Lie mempertimbangkan ulang atau setidaknya berusaha tidak merebut semua pelanggan Tjaij. Lie sudah kukuh dengan tujuannya sambil mengatakan bahwa Tuhan membantu siapapun yang berusaha. Sebelum Lie keluar makan siang dengan Bing, keduanya membahas pernikahan. Karena Lie tidak berencana menikahi Hap Nio secepatnya, Gie meminta izin menikahinya duluan. Meski Lie tidak suka dengan tambatan hati Gie, seorang gadis yatim miskin bernama Oeij Ijan Nio, ia mengizinkan Gie.
+
+
Empat tahun berlalu dan Gie menjadi kepala editor ''Kamadjoean'' dan menikahi Ijan Nio. Ia khawatir dengan orientasi politik baru pemiliknya. Alih-alih pro-Cina seperti sebelumnya, sang pemilik, Oeij Tjoan Siat, bertujuan menjadikan koran ini pro-[[Hindia Belnada]], sikap yang dianggap Gie mengkhianati etnis Tionghoa. Ketika Siat datang ke rumah Gie untuk memintanya mengikuti sikap politiknya yang baru, dipengaruhi dana bulanan sebesar 2.000 [[gulden Hindia Belanda|gulden]] dari partai politik anonim, Gie menolak. Ia justru mengundurkan diri dari kantor berita ini.
+
+
Selama minggu berikutnya, keluarga Gie menjual barang-barang mereka dan bersiap pulang ke Cicuruk. Kedatangannya tertunda oleh kunjungan dari Lie yang mengatakan akan menikahi janda Bing, Tan Houw Nio –Bing sudah meninggal setahun sebelumnya. Gie terkejut, karena janda tersebut memiliki [[marga Cina|marga]] yang sama{{efn|Dalam tradisi Cina, hubungan semacam itu dianggap hubungan sedarah (inses) {{harv|Sidharta|1989|p=59}}.}} dan dua tahun sebelumnya Lie berjanji kepada ayahnya di pembaringan akan menikahi Hap Nio. Setelah bertikai panjang, Lie pulang dan mengatakan tidak lagi menganggap Gie sebagai saudaranya.
+
+
Lima tahun kemudian, pernikahan Lie dan Houw Nio memburuk. Akibat investasi yang jelek (beberapa di antaranya didanai oleh uang hasil penggelapan), diperparah oleh hobi judi Houw Nio dan sifat selingkuh Lie, mereka kehilangan banyak kekayaannya. Lie mencoba meyakinkan Houw Nio untuk menjual perhiasannya agar bisa membayar uang yang sudah ia curi. Houw Nio menolak dan menyuruhnya untuk menjual rumah dan perhiasan yang ia belikan untuk selingkuhannya sebelum pulang ke rumah keluarganya. Sesaat kemudian, teman Lie Tan Tiang An datang untuk memberitahu bahwa Lie akan ditahan polisi jika tidak meninggalkan negara ini secepatnya. Mereka bersama-sama menyewa mobil dan Lie berangkat ke pelabuhan di Batavia.
+
+
Dalam perjalanannya melewati Cicuruk, mobil Lie mogok. Ketika si pengemudi berusaha memperbaikinya, Lie berlindung di rumah terdekat dan mengetahui dari si pembantu bahwa rumah tersebut adalah milik Gie. Gie dan Lauw Nio telah membangun pertanian, perkebunan, dan kebun anggrek luas dari hasil kerja keras mereka. Pendapatannya lebih dari cukup untuk memungkinkan hidup nyaman. Keduanya, yang terus menjadi dermawan (filantropis), berteman dengan tokoh-tokoh penting di daerah tersebut. Selain itu, Hap Nio sudah menikah dengan pengurus kebun anggrek yang tajir. Setelah Gie dan teman-temannya pulang dari bermain tenis, mereka menemukan Lie bersembunyi di bawah piano karena malu dilihat orang. Lie mengaku salah karena rakus. Ketika seorang polisi datang untuk menangkapnya, Lie mengaku telah meracuni Bing, lalu berlari ke luar dan menembak dirinya sendiri.
==Penulisan==
==Penulisan==
sumber